Jumat, 28 Maret 2014
Arma Mahayani Am : Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita
Arma Mahayani Am : Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita: Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita Sifat Fisika Zat Mengapa besi dapat berkarat? Besi merupakn logam yang bersifat keras, tetapi jik...
Arma Mahayani Am : Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya
Arma Mahayani Am : Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya: Mahkluk Hidup dan Lingkungannya EKOSISTEM Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar mahluk hidup dengan lingk...
Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita
Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita
Sifat
Fisika Zat
Mengapa besi dapat berkarat? Besi merupakn logam yang bersifat keras,
tetapi jika terkena karat maka besi menjadi rapuh. Sifat keras besi merupakan
sifat fisika yang dapat diamati secara visual, sedangkan pengkaratan besi
merupakan sifat kimia.
Setiap zat memiliki sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat tersebut meliputi
sifat fisika dan sifat kimia. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, beberapa zat
dapat mengalami perubahan baik secara fisik maupun secara kimia.
1.
Sifat
Fisika
Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan
dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu zat
yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan
sifat fisika. Sifat
fisika suatu benda, antara lain:
a.
Wujud
Zat
Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat
tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa
perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim,
dan mengkristal. Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda
untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76
cmHg) adalah 1000 C, sedangkan bensin kurang lebih 800 C.
b.
Massa
Massa zat dapat diukur dengan felas ukur dengan menggunakan timbangan atau
neraca.
c.
Volume
Volume dapat diukur dengan gelas ukur atau volumetrik.
d.
Massa
Jenis
Massa jenis adalah massa setiap satuan volume benda. Massa jenis rata-rata
setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya.
e.
Titik didih, titik leleh, dan titik beku.
Semakin tinggi titik didih suatu zat, semakin sulit zat tersebut untuk mendidih
dan mengaup.
f.
Kekerasan
atau mekanis
Kekerasan adalah sifat ketahanan suatu zat terhadap esekan dan tempaan. Intan merupakan zat paling kerass
diantara benda-benda lainnya.
g.
Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika
yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda
merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain.
Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar
dan lain–lain.
h.
Kelarutan
Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat
larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak
dapat larut dalam air. Kelarutan
suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.
i.
Daya
hantar listrik
Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat
menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor,sedangkan benda yang tidak
dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu
zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan
dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah
lampu dapat menyala. Daya
hantar listrik merupakan sifat fisika.
j.
Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda
magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik
kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat
ditarik oleh magnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir. Pemisahan
campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan. Cara
yang lebih mudah adalah dengan
mendekatkansebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi
termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. Perbedaan fisika
seperti ketertarikan suatu benda pada sebuah magnet dapat digunakan untuk
memisahkan suatu zat dalam campuran. Coba kamu kumpulkan beberapa informasi
yang lain, tentang sifat fisika suatu benda!
2.
Sifat
Kimia
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya
zat jenis baru. Perhatikan logam-logam yang berada di sekitarmu, apakah semua
dapat bereaksi dengan oksigen? Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan
oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa
contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:
a.
Mudah
terbakar
Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar
terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“? Peringatan ini bertujuan untuk
mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar.
Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat
menggunakannya secara aman.
b.
Busuk
dan asam
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat
mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi
asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi
basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
c.
Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut
berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.
Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca.
Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat
jenis baru.
d.
Mudah
meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah
meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.
e.
Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain:
insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun
tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.
Berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia diatas suatu zat dapat mengalami
perubahan, baik perubahan fisika maupun perubahan kimia. Berikut ini dijelaskan
tentang perubahan tersebut.
3.
Perubahan
Fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat
jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk
menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat
molekul zat pada beras dan tepung tetap
sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair,
membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa
ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang
berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika
saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna
berubah.
4.
Perubahan
Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru.
Pernahkah kamu membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas
tersebut habis terbakar? Terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran.
Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah
dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi,
sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain.
Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat
jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh
perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia,
massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.
Perubahan yang terjadi pada suatu zat dapat dimanfaatkan dalam berbagai
hal. Salah satunya adalah digunakan untuk memisahkan zat apabila terdapat zat
yang saling tercampur. Berikut ini dijelaskan berbagai macam teknik pemisahan
campuran.
5.
Pemisahan
Campuran
Pernahkah kamu berpikir, apakah minyak yang berada dalam sumur minyak sudah
berwujud cair? Mengapa minyak goreng yang tercampur dengan air bila dipanaskan
akan menimbulkan percikan-percikan? Nah, simak penjelasan berikut ini! Setiap
zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Keberadaan
partikel-partikel dapat dibuktikan, misal satu sendok garam dapur dilarutkan
dalam segelas air. Apa yang dapat kamu rasakan saat larutan tersebut
dicicipi? Terasa asin bukan? Bagaimanakah kita dapat memperoleh garam yang
sudah dilarutkan dalam air? Coba kamu panaskan larutan garam tersebut sampai
mendidih, sehingga semua air menguap. Kamu
akan mendapatkan kembali garam dapur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa
pemisahan campuran dapat dilakukan didasarkan pada perbedaan titik didih antara
partikel-partikel penyusunnya. Pemisahan
campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
a.
Penyaringan
(filtrasi)

Pernahkah
kamu melihat buruh bangunan yang sedang melakukan pemisahan antara pasir dengan
kerikil? Tahukah kamu mengapa setelah kelapa diparut harus diremas-remas
sembari ditambahkan air? Pemisahan pasir dengan kerikil dan pemisahan air
dengan parutan kelapa bertujuan untuk memisahkan zat-zat yang dicampur dalam
campuran tersebut. Partikel yang mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos dari
saringan sedangkan yang berukuran besar akan tertahan pada saringan. Mengapa
air sumur tampak jernih meskipun hujan turun? Peristiwa alam turunnya hujan ke
bumi akan mengalir ke tempat yang lebih rendah di permukaan bumi dengan membawa
zat-zat lain. Air yang meresap ke dalam tanah melalui celah-celah kecil, dan
mengalami penyaringan oleh lapisan tanah, sehingga dihasilkan sumber air yang
jernih. Dalam kegiatan laboratorium pemisahan campuran dapat dilakukan dengan
menggunakan kertas saring. Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran
zat yang akan dipisahkan. Pemisahan campuran dengan memperhatikan perbedaan
kelarutan juga dapat dilakukan dengan penyaringan (filtrasi). Contoh, kita
hendak memisahkan campuran garam dan pasir. Langkah yang kita tempuh adalah
memberikan air pada campuran tersebut. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat
yang memiliki sifat terlarut. Dalam hal ini garam dapat dilarutkan oleh air,
sedangkan pasir tidak. Melalui proses penyaringan pasir akan tertinggal,
sedangkan air garam lolos dari saringan tersebut. Zat yang tertahan dan tertinggal di kertas saring disebut residu.
Cairan yang dapat lolos dari kertas saring dinamakan filtrat. Proses
penyaringan air kotor dengan lapisan 1 susun berbeda dengan penyaringan
menggunakan lapisan 2 susun. Semakin
banyak bahan penyaring, semakin jernih air yang dihasilkan.
b.
Penyulingan
(destilasi)
Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang
didasarkan pada perbedaan titik didih zat. Proses pemisahan campuran dengan
cara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan.
Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi, antara lain: memperoleh
bensin dari campuran antara air dan bensin, memperoleh air murni dari campuran
air yang sudah terkotori zat padat yang larut didalamnya, memperoleh air dari
campuran air dan garam.
Larutan garam yang dipanaskan akan mendidih dan kemudian terjadi peristiwa
penguapan. Penguapan yang terjadi adalah air murni, sedangkan garam tertinggal
di dalam ketel. Selanjutnya terjadi proses pengembunan uap air murni melalui
selang yang dimasukkan dalam panci yang
berisi air dingin. Panci berisi air dingin adalah untuk mempercepat terjadinya
proses pengembunan uap air murni tersebut. Setelah proses
penguapan dan pengembunan pada larutan garam selesai, maka akan dihasilkan air
murni. Kegiatan yang kamu lakukan merupakan gambaran bagaimana penduduk pantai
mengubah air laut yang asin menjadi air
yang segar, sehingga dapat diminum.
c.
Kristalisasi
Zat padat tidak dapat dipisahkan dari larutan dengan cara
disaring. Zat padat, seperti gula dan garam yang terlarut dalam air dapat
dipisahkan dari larutannya dengan cara penguapan dan terjadi kristalisasi.
Petani garam mendapatkan garam dengan cara menguapkan air laut. Bagaimanakah
cara petani garam mendapatkan garam dari air laut? Air laut dialirkan menuju ke
tambak-tambak yang dibuat dipinggir pantai. Aliran air laut ini dapat terjadi karena salah satu peristiwa
alam, yaitu pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan.
Setelah air laut terjebak dalam tambak-tambak, selanjutnya proses penguapan terjadi
dengan bantuan sinar matahari. Air yang terkandung dalam air laut akan menguap,
sehingga terbentuklah kristal garam.
d.
Sublimasi (Penyubliman)
Sublimasi (Penyubliman)
Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan pada zat-zat yang dapat
menyublim. Sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat menjadi gas atau sebaliknya.
Zat yang dapat menyublim, antara lain: kapur barus, iodin, kafein dan
lain-lain.
e.
Kromatografi
Proses
pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara
partikel-partikel zat yang dicampur pada suatu medium disebut kromatografi.
Kegiatan yang dapat kamu lakukan, misal bagaimana memisahkan campuran warna
hitam? Tinta hitam merupakan campuran beberapa warna. Pemisahan warna hitam
menjadi warna-warna penyusunnya dapat dilakukan dengan kromatografi.
f.
Ekstraksi
(Penyarian)
Ekstraksi dilakukan untuk mengambil sari dari tumbuhan. Misalnya mengambil
sari buah mengkudu, sari gula dari tebu, sari buah tomat, dan sari buah jeruk.
Pemisahan campuran dengan metode ekstraksi berdasarkan pada kelarutan zat
terlarut di dalam pelarut yang berbeda.
Ketika kamu meyeduh teh atau kopi dengan air mendidih, maka zat-zat yang
ada dalam teh atau kopi akan larut dalam air panas. Air panas bertindak sebagai
pelarut, sedangkan zat yang terdapat dalam teh yaitu kamelin dan zat
yang terdapat dalam kopi yaitu kafein sebagai zat terlarut. Teh dan kopi
yang telah kehilangan sarinya akan dibuang sebagai ampas atau residu, sedangkan
teh dan kopi yang dapat diminum dinamakan ekstrak.
Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya
Mahkluk
Hidup dan Lingkungannya
EKOSISTEM
Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
antar mahluk hidup dengan lingkungannya disebut. Ekologi (oikos = rumah, logos
= ilmu). Lingkup kajian ekologi adalah mahluk hidup, lingkungan dan hubungan
timbal balik taua interksi antara keduanya. Ekologi berhubungan dengan
ilmu-ilmu lain seperti; morfologi, genetika, fosiologi, evolusi biologi
melekuler dan niologi perkembangan. Dengan ekologi diaharapkan interksi antar
mahluk hidup dan lingkungnya dapat lebih dipahami. Pemahaman yang baik
diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia tanpa merusak
lingkungan. Sumber energi utama untuk ekosistem adalah matahari.
Semua ekosistem di permukaan bumi berinteraksi membentuk
ekosistem yang besar, yaitu ekosfer. Lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang
dihuni oleh seluruh makhluk hidup disebut biosfer. Berdasarkan proses
terbentuknya, ada ekosistem alami dan ekosistem buatan.
1. Lingkungan Makhluk Hidup
Lingkungan dan mahluk hidup tidak dapat dipisahkan antara satu
dengan yang lain, keduanya saling mempengaruhi. Setiap kelomok mahluk hidup
hidup menetap ditempat tertentu (habitat). Lingkungan mahluk hidup dapat
dibedakan menjadi; lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Biotik adalah mahluk hidup. Lingkungan biotik suatu mahluk hidup
adalah seluruh mahluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies
yang berbeda yang hidup ditempat yang sama. Komponen biotik terdiri dari
berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, paku, tumbuhan berbiji,
invertebrata, avertebrata dan manusia.
b. Lingkungan Abiotik
Abiotik adalah bukan mahluk hidup atau komponen tak hidup.
Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan
abiotik. Contoh komponen abiotik antara lain suhu, cahaya, air, kelembaban,
udara, garam, mineral dan tanah.
Suhu, suhu sangat diperlukan oleh setiap mahluk hidup berkitan
dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup.
Cahaya, penyinaran matehari berperan dalam kehidupan organisme.
Misalnya tumbuhan memerlukan cahaya natahari dengan panjang gelombang tertenu
guna membantu proses fotosintesis.
Air,dalam kehidupan air sangat diperlukan oleh mahluk hidup, karena
sebagian besar tubuhnya mengandung air.
Kelembaban, diperlukan oleh mahlukhidpu agar tubuhnya tidak cepat
keringkarena penguapan.
Udara, Nitrogen diperlukan mahlu khidup utnuk membentuk protein.
Oksigen digunakan mahluk hidup untuk bernafas. Karbondioksida diperlukan
tumbuhan untuk fotosintesis.
Garam-garam mineral. Tumbuhan mengambil garam-garam mineral dan
air dari tanah untuk proses fotosintesis.
Tanah. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organisme untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang
subur.
2. Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya
a. Interaksi antar individu.
Setiap organisme hidup ditempat tertentu atau habitat tertentu.
Pada tempat tersebut hidup organisme lain yang sejenis. Organisme sejenis yang
hidup disuatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi. Jumlah individu sejenis yang hidup disuatu
tempat persatuan luas menunjukkan kepadatan populasi.
Lokasi ditemukan individu-individu sejenis pada suatu tempat menunjukkan
penyebaran atau distribusi populasi. Bertambahnya
anggota populasi berarti kbutuhan hidup akan ikut bertambah. Jika kebutuhan
tersebut tidak terpenuhi ditempat hidupnya akan terjadi persaingan atau kompetensi. Interaksi kompetisi antar individu dalam
populasi disebut kompetisi intraspesifik.
Adanya kompetensi mengakibatkan ada individu yang memperoleh
kebutuhan yang lebih sedikit sehingga akan mengakibatkan migrasi (perpindahan
ketempat lain) atau kematian.
Kematian, perpindahan, kelahiran dan kelangsungan hidup sebagai
akibat ineraksi individu disebut efek ekologi. Efek ekologi yang terjadi dalam
jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan efek evolusi.
b. Interaksi antar populasi
Bentuk interaksi antar populasi dapat berupa predasi,
kompetensi, simboisis. PredasiMerupakan
jenis interaksi makan dan dimakan. Pada umumnya predasi suatu spesies memangsa
spesies lain. Organisme yang memakan disebut predator, sedangka
yang dimakan disebutmangsa. Kompetisi Kompetisi terjadi jika dua atau lebih
populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang sama, sedangkan
ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Simbiosis, berarti
hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Salah satu speseis berperan
sebagai spesies yang di tumpangi dan yang satunya sebagai penumpang.
sombiosis dibedakan menjadi mutualisme, keomensalisme,
parasitisme.
Mutualisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling
menguntungkan satu sama lain.
Komensalisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies
diuntungkan dan satu spesies tidak dirugikan.
Parasitisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies
diuntungkan dan satu spesies dirugikan.
c. Interaksi antar komponen biotik dan abiotik
Pada tingkat ekosistem individu atau populasi memiliki peran
yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotiknya. Ke
khasan fungsi individu atau populasi dalam ekosistem disebut Niche (relung).
Berdasarkan ke khasannya suatu individu atau populasi dibedakan
mejadi prosusen konsumen, dekomposer atau pengurai dan deterivot.
1). Produser
Produser adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan
organik dari bahan anorganik. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh
tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis. Contohnya adalah ganggang,
lumut, dan tumbuhan hijau.
2). Konsumer
Konsumer berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan tak
berklorofil (misalnya tali putri) termasuk konsumer. Konsumer memakan bahan
organik yang dihasilkan oleh produser karena konsumer tidak mampu mengubah zat
anorganik menjadi zat organik.
3). Dekomposer
Dekomposer adalah pengurai sampah atau bangkai, contohnya
bakteri pembusuk dan jamur. Dekomposer menguraikan bahan organik menjadi
bahan-bahan anorganik, air, dan gas. Selanjutnya hasil penguraian tersebut
dimanfaatkan lagi oleh produser.
4). Detrivor
Detrivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik
atau detritus. Dtritus merupakan hancuran dari jaringan hewan atau tumbuhan.
Ekosistem Air (Aquatik)
Ekosistem air dapat berupa ekosistem air tawar atau laut.
Ekosistem air tawar antara lain sungai, kolam, danau, rawa air tawar, dan rawa
gambut. Eksosisetm laut antara lain hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai,
pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkan dan laut dalam.
Ekosistem Darat (Terestrial)
Ekosistem darat dalam skala yang luas memiliki tipe struktur
vegetasi (tumbuhan) dominan disebut bioma. Vegetasi suatu jenis bioma memiliki
penampakanyang saman dimanapun bioma tersebut ditemukan.
Berdasarkan posisi geografisnya bioma dapat dikelompokkan
menjadi:
Hutan hujan, Savana, Padang tumput, Gurun, Hutan gugur, Taiga,
Tundra.
B. RANTAI MAKANAN
Antara makhluk hidup dengan lingkungannya terdapat saling
ketergantungan. Makhluk hidup tergantung pada lingkungannya untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Proses makan-dimakan akan membentuk rantai makanan,
jaring-jaring makanan, dan aliran energi. Rantai makanan adalah peristiwa
makan-dimakan yang digambarkan dalam bentuk linier. Peristiwa kompleks
makan-dimakan digambarkan dalam bentuk jaring-jaring makanan. Dalam proses
makan-dimakan terjadi perpindahan energi. Transfer energi dari matahari ke
produser, konsumer dan pengurai dikenal sebagai aliran energi. Produser yang
mampu memanfaatkan energi matahari secara langsung berada pada tingkat trofik
I, konsumer I berada pada tingkat trofik II, dan seterusnya hingga ke konsumer
puncak.
Rantai Makanan, di lingkungan dapat dijumpai adanya proses
makan-dimakan. Sebagai contoh, rumput dimakan belalang, belalang dimakan burung
kecil, burung kecil dimakan ular, dan ular dimakan burung elang.
Jaring-jaring Makanan
a. Aliran Energi
Aliran energi adalah perpindahan energi di dalam peristiwa makan
dan dimakan. Bila tumbuhan dimakan oleh konsumen pertama maka energi yang
berada di dalam tumbuhan akan berpindah ke konsumen pertama, selanjutnya jika
konsumen pertama dimakan oleh konsumen kedua maka energi pada konsumen pertama
akan berpindah ke konsumen kedua, dan begitu seterusnya. Energi yang diperoleh
konsumen tidak seluruhnya tersimpan di dalam tubuhnya. Energi yang tersimpan
hanya ±10% saja, sedangkan sisa energi ±90%nya digunakan untuk aktivitas
biologi misalnya bergerak, bernafas dan berkembang biak serta ada yang tersebar
ke lingkungan dalam bentuk panas.
b. Piramida Energi
Semakin jauh tingkat trofiknya maka semakin sedikit jumlah
organismenya. Hal ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida ekologi. Piramida
ekologi dibedakan menjadi piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida
energi. Piramida jumlah menggambarkan jumlah organisme
yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida biomassa menggambarkan
jumlah berat total organisme yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida energi menggambarkan jumlah energi yang
terkandung dalam setiap tingkat trofik.
C. DAUR BIOGEOKIMIA
Daur biogeokimia adalah daur unsur atau zat misalnya
karbondioksida, oksigen, air, nitrogen, fosfor dan mineral yang lain. Jika daur
biogeokimia itu terhenti, ekosistem akan mengalami kerusakan. Proses
makan-dimakan di dalam ekosistem menimbulkan perputaran unsur yang dikenal
sebagai daur unsur. Karena daur itu berjalan melalui tubuh makhluk hidup, tanah
dan persenyawaan kimia, maka disebut sebagai daur biogeokimia.
Unsur-unsur yang mengalami daur biogeokimia itu misalnya oksigen, karbon,
nitrogen, fosfor, kalium dan unsur lainnya.
a. Daur Air
Air yang ada di lingkungan mengalami perpindahan
dari satu tempat ke tempat yang lain. Air di sungai, danau,
dan laut menguap menjadi awan. Awan akhirnya jatuh sebagai air hujan. Air
hujan sebagian dimanfaatkan tumbuhan, hewan dan manusia, sebagian lagi meresap
ke dalam tanah kemudian muncul sebagai mata air, dan sebagian lagi langsung
mengalir melalui sungai menuju ke laut. Demikian seterusnya.
b. Daur Oksigen dan Karbon
Semua makhluk hidup memerlukan oksigen (O2) untuk pernafasannya.
Sisa pernafasan adalah karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Tumbuhan hijau
membutuhkan CO2 dan air untuk fotosintesis. Hasil
fotosintesis berupa gula dan oksigen. Oksigen yang dilepaskan ke udara diambil
oleh makhluk hidup untuk pernafasan. Demikian seterusnya.
c. Daur Nitrogen
Unsur nitrogen sebagian besar di atmosfer dalam bentuk gas
nitrogen (N2). Gas nitrogen mencakup 78% dari berbagai gas yang ada diatmosfer.
Hanya sedikit organisme yang dapat menggunakan nitrogen dama bentuk N2.
organisme yang dapat mengikat nirogen alah bakteri (Azotobakter sp). Nitrogen
diserap oleh tumbuhan dalam bentuk amoniak. Amoniak kemudian dirombak oleh
bakteri nitrit kemudian dengan bantuan bakteri juga nitrit dirubah menjadi
nitrat dan beru diserap oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nirogennya.
d. Daur Fosfor
Fosfor terdapat dialam dalam bentuk ion fosfat (PO34-). Ion
fosfat terdapat dalam bebatuan. Tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam
air tanah. Herbifora mendapat fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan
karnifora mendapat fosfat dari herbifora yang dimakannya. Bakteri dan jamur
menguraikan bahan organik ditanah lalu melepas fosfat yang kemudian diambil
oleh tumbuhan.
e. Daur Sulfur
Tumbuah menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan
sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan
kemudian akan diuraikan leh komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa bakteri
terlibat dalam daur sulfur antara lain Desulfobrio dan Desolfomaculum yang akan
mereduksi sulfat menjadi sulfida dalaa bentuk hidrogen sulfida (H2S). H2S
digunakan bakteri fotoatotrof anaerob dan melepaskan sulfur dan oksigen.
D. SUKSESI
Suatu komunitas tidak berada dalam keadaan statis, namun
mengalami perubahan. Suksesi merupakan proses perkembangan suatu komunitas
melalui tahap-tahap yang dapat diprediksi. Terdapat dua macam suksesi yaitu
suksesi primer dan suksesi sekunder.
a. Suksesi Primer
Suksesi primer adalah formasi suatu komunitas baru pada suatu
daerah yang awalnya berasal dari daerah yang kosong atau gundul. Tahap awal
melibatkan beberapa spesies. Organisme pertama yang mengkoloni daerah iut
disebut spesies pionir. Spesies pionir biasanya toleran terhadap keadaan yang
ekstrim.
b. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder merupakan pembentukan kembali suatu komunitas
kebentukkondisi awal setelah daerah tersebut rusak. Suksesi sekunder disebabkan
oleh kebakaran, banjir, gempa bumi dan aktivitas manusia. Jika daerah tersebut
ditinggalkan atau didiamkan saja setelah digunakan, akan terjadi suksesi kembali.
Awalnya akan ditumbuhi rerumputan, perdudan kemudian pohon-pohon.
c. Komunitas Klimaks
Komunitas kelimaks merupakan hasil akhir dari suksesi. Misalnya
suksesi rawa menjadi daratan. Tipe komunitas klimaks yang berkembang dibedakan
oleh faktor pembatas lingkungan. Di daerah dimana air merupakan faktor
pembatas, komunitas klimaksnya adalah gurun. Pada daerah pegunungan komunitas
klimaks terdiri dari lumut kerak dan lumut, serta jarang terdapat pohon karena
faktor pembatasnya adalah suhu, air dan angin.
Nie yg lbh lengkap tentang macam macam simbiosis
macam-macam simbiosis
Simbiosis mutualisme
1. flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam
2. Jamur dengan Ganggang
Dalam
simbiosis itu jamur bertugas manyerap air dan hara dari lingkungannya. Air dan
hara digunakan oleh ganggang yang mempunyai klorofil untuk bahan fotosintesis
sehingga dihasilkan senyawa organik. Senyawa organik hasil fotosintesis
tersebut sebagian digunakan oleh ganggang dan sel-sel jamur.
3. Protozoa Mixotricha paradoxa dengan rayap Mastotermes darwiniensis
4. Kupu-kupu dengan bunga
Dalam
hubungan kupu-kupu dan bunga, kupu-kupu membantu bunga dalam penyerbukan
sedangkan kupu-kupu dapat menghisap madu dari bunga. Jadi keduanya sama-sama
diuntungkan.
5. Ular sawah dengan petani
Ular
sawah dapat membantu petani mengurangi tikus dengan cara memangsa tikus-tikus
tersebut yang merusak dan makan padi.
6. Bakteri Rhizobium dengan akar tanaman polong
Bakteri
Rhizobium mendapatkan habitat habitat hidupnya pada akar tanaman polongan, sedangkan
tanaman polonganmendapat keuntungan berupa nitrogen yang didapat dari bakteri
Rhizobium. Tanpa bakteri tersebut, polongan tidak dapat mengambil nitrogen dari
udara bebas.
7. Burung jalak dan kerbau
Burung
jalak yang hinggap di punggung kerbau memakan kutu-kutu kerbau, sedangkan
kerbau merasa nyaman karena kutu-kutu di tubuhnya berkurang.
8. Kepiting boxing, hermit, dan jenis-jenis kepiting lainnya dengan
spesies anemones laut bersengat.
(anemones
adalah invertebrata laut yang hidup menempel di karang). Hubungan tersebut
terjadi dengan cara sebagai berikut: Kepiting boxing bergantung dan memegang
erat anemones dengan tujuan untuk melindungi dirinya dari predator yang
mengancam. Sedangkan beberapa kepiting hermit memanggul anemones dan menempelkan
anemones ke cangkangnya dengan tujuan menghalangi musuh-musuhnya. Hubungan ini
berjalan dua arah yaitu anemones dapat memperoleh banyak makanan karena
berpindah-pindah dari tempat satu ketempat lainnya.
9. Ikan berbintik dengan udang bercangkang.
Keduanya
menjalani hidup bersama dan saling mengisi. Mereka menempati lubang
bersama, lubang digali oleh udang dan ikan dilindungi oleh ikannya.
Udang yang relatif tidak bisa melihat ini mempercayakan penglihatan tajam sang
ikan sebagai penjaganya dan memberi tanda padanya saat aman untuk bergerak.
Ikan-ikan ini sebaliknya mengharapkan lubang yang digali oleh udang ini untuk
dijadikan tempat berlindung dan istirahat yang nyaman.
10. Lumut kerak atau lichen dengan mikroorganisme
fotosintetik.
Jamur pada lichen biasanya adalah jamur
Ascomycota dan Basidiomycota. Sedangkan organisme fotosintetik biasanya adalah
Cyanobacteria atau ganggang hijau biru. Jamur memperoleh hasil fotosintesis
dari mikroorganisme fotosintetik, dan mikroorganisme fotosintetik mendapatkan
bahan nutrien untuk fotosintetik dari jamur.
Simbiosis Komensalisme
1. Anggrek dengan Pohon
Bunga
anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Bunga anggrek merupakan tanaman
epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis.
Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
2. Ikan badut dengan anemon laut.
Ikan
badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun
yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena
kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya
karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak
diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.
3. keladi tikus dengan semut angrang
4. pohon mangga dengan tumbuhan merambat
5. pohon angsana dengan tumbuhan paku
6. Udang dengan pasangannya.
6. Udang dengan pasangannya.
Udang adalah merupakan organisme yang
mengambil keuntungan dari yang pasangannya pada hubungan simbiotik, meski bukan
parasit, tidak ada untungnya ditunggangi udang di punggungnya.
Pembonceng-pembonceng ini dapat ditemui di atas makhluk-makhluk yang lebih
besar dan bergerak lebih cepat termasuk nudibranchs dan ketimun laut (sea
cucumber). Mereka menggantung dan memunguti sisa-sisa makanan ketika tunggangan
mereka bergerak di dalam laut.
7. The Goby dan bulu babi
Ada
beberapa jenis Goby, seperti memancarkan Astropyga, yang hidup di antara duri
bulu babi beracun. Mereka mendapatkan perlindungan dari tuan rumah mereka
sementara tuan rumah mereka tidak diuntungkan atau dirugikan oleh hubungan.
8. Ikan Ramora dan Ikan Hiu
Dalam
hubungan ikan remora dan ikan hiu, ikan remora bisa berada di sekitar ikan hiu
agar terhindar dari bahaya musuh dan bias mendapatkan makanan sisa ikan hiu
tanpa mengganggu ikan hiu.
9. Tumbuhan paku dan pohon jati
Tumbuhan
paku menempel pada pohon jati namun tidak menyerap makanan dari inangnya karena
tumbuhan paku dapat membuat makanan sendiri.
10. Sirih dengan
pohon
Pohon
sirih sama dengan pohon anggrek dan pakis pohon sirih ahnya menumpang tempat
tinggal di pohon / Inangnya . sementara pohon yang di tumpangi tidak
berpengaruh apa-apa.
Simbiosis Parasitisme
1. Tanaman benalu
dengan inangnya
Benalu
(Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak
mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara
dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang
dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara
dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan
2. Tali putri
dengan inangnya
Tumbuhan
tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan
tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan
fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta
menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
3. Cacing tambang yang hidup di
dalam usus manusia
Cacing tambang termasuk jenis
cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang
ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan
mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat menular
melalui kulit kaki yang terinfeksi larva
cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus
halus.
4. bunga raflesia
dengan inangnya
Bunga raflesia
mengisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga raflesia dapat
tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati.
5. Cacing Pita yang h idup di
dalam usus manusia
Cacing pita memiliki kait pada tubuhnya untuk melekatkan
dirinya pada dinding usus manusia. Disebut cacing pita karena bentuknya panjang
pipih mitip pita dan berkepala kecil. Biasanya cacing pita menyerang orang
yang suka mengkonsumsi makanan yang berasal dari daging, terutama daging sapi
dan daging babi yang dimasak tidak sampai
matang.
6. Lalat pada sapi
Lalat menempel, mengganggu, dan
menggigit (menghisap darah sapi) sehingga sapi merasa gatal (dirugikan)
darahnya berkurang.
7. Jamur dan tubuh manusia
Jamur seperti jamur panu hidupnya
menempel pada kulit manusia. Jamur diuntungkan karena mendapat makanan dari
tubuh manusia. Manusia dirugikan karena selain merasakan gatal, manusia juga
kehilangan zat makanan yang diambil oleh jamur.
8. Ikan Pearl dan Sea Cucumber.
Pearl ikan hidup di kloaka Sea
Cucumber yang mereka masuk melalui anus. Ikan Pearl kemudian menerobos membran
pernapasan dan menempatkan rumahnya.Pearl pakan ikan pada jaringan Ketimun Laut
pernapasan dan gonad. Mereka juga meninggalkan sarang mereka di malam hari
untuk makan. Ketika ikan Pearl meninggalkan Sea Cucumbers untuk mencari makan,
mereka mengikuti aroma kimia yang membuat mereka kembali ke anus Sea Cucumbers
itu.
9. ikan mutiara, dan teripang. Ikan mutiara adalah jenis
mesoparasite.
Mendeteksi
bahan kimia yang dilepaskan oleh teripang dan memasuki teripang ketika
berpartisipasi dalam pertukaran gas dan napas di dalam air. Teripang
berupaya untuk mengeluarkan ikan mutiara dengan cara mengeluarkan sebagian
besar dari saluran pencernaan melalui anus mereka. Hal ini dapat merugikan
untuk teripang.
10. fish doctor dan ikan.
Fish
Doctor, jenis Crustacea Isopod, akan melampirkan dirinya di bawah sirip, sisik,
atau insang ikan. Kemudian menghisap darah ikan tuan rumah sampai mati.
Langganan:
Komentar (Atom)
