Mahkluk
Hidup dan Lingkungannya
EKOSISTEM
Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
antar mahluk hidup dengan lingkungannya disebut. Ekologi (oikos = rumah, logos
= ilmu). Lingkup kajian ekologi adalah mahluk hidup, lingkungan dan hubungan
timbal balik taua interksi antara keduanya. Ekologi berhubungan dengan
ilmu-ilmu lain seperti; morfologi, genetika, fosiologi, evolusi biologi
melekuler dan niologi perkembangan. Dengan ekologi diaharapkan interksi antar
mahluk hidup dan lingkungnya dapat lebih dipahami. Pemahaman yang baik
diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia tanpa merusak
lingkungan. Sumber energi utama untuk ekosistem adalah matahari.
Semua ekosistem di permukaan bumi berinteraksi membentuk
ekosistem yang besar, yaitu ekosfer. Lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang
dihuni oleh seluruh makhluk hidup disebut biosfer. Berdasarkan proses
terbentuknya, ada ekosistem alami dan ekosistem buatan.
1. Lingkungan Makhluk Hidup
Lingkungan dan mahluk hidup tidak dapat dipisahkan antara satu
dengan yang lain, keduanya saling mempengaruhi. Setiap kelomok mahluk hidup
hidup menetap ditempat tertentu (habitat). Lingkungan mahluk hidup dapat
dibedakan menjadi; lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Biotik adalah mahluk hidup. Lingkungan biotik suatu mahluk hidup
adalah seluruh mahluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies
yang berbeda yang hidup ditempat yang sama. Komponen biotik terdiri dari
berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, paku, tumbuhan berbiji,
invertebrata, avertebrata dan manusia.
b. Lingkungan Abiotik
Abiotik adalah bukan mahluk hidup atau komponen tak hidup.
Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan
abiotik. Contoh komponen abiotik antara lain suhu, cahaya, air, kelembaban,
udara, garam, mineral dan tanah.
Suhu, suhu sangat diperlukan oleh setiap mahluk hidup berkitan
dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup.
Cahaya, penyinaran matehari berperan dalam kehidupan organisme.
Misalnya tumbuhan memerlukan cahaya natahari dengan panjang gelombang tertenu
guna membantu proses fotosintesis.
Air,dalam kehidupan air sangat diperlukan oleh mahluk hidup, karena
sebagian besar tubuhnya mengandung air.
Kelembaban, diperlukan oleh mahlukhidpu agar tubuhnya tidak cepat
keringkarena penguapan.
Udara, Nitrogen diperlukan mahlu khidup utnuk membentuk protein.
Oksigen digunakan mahluk hidup untuk bernafas. Karbondioksida diperlukan
tumbuhan untuk fotosintesis.
Garam-garam mineral. Tumbuhan mengambil garam-garam mineral dan
air dari tanah untuk proses fotosintesis.
Tanah. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organisme untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang
subur.
2. Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya
a. Interaksi antar individu.
Setiap organisme hidup ditempat tertentu atau habitat tertentu.
Pada tempat tersebut hidup organisme lain yang sejenis. Organisme sejenis yang
hidup disuatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi. Jumlah individu sejenis yang hidup disuatu
tempat persatuan luas menunjukkan kepadatan populasi.
Lokasi ditemukan individu-individu sejenis pada suatu tempat menunjukkan
penyebaran atau distribusi populasi. Bertambahnya
anggota populasi berarti kbutuhan hidup akan ikut bertambah. Jika kebutuhan
tersebut tidak terpenuhi ditempat hidupnya akan terjadi persaingan atau kompetensi. Interaksi kompetisi antar individu dalam
populasi disebut kompetisi intraspesifik.
Adanya kompetensi mengakibatkan ada individu yang memperoleh
kebutuhan yang lebih sedikit sehingga akan mengakibatkan migrasi (perpindahan
ketempat lain) atau kematian.
Kematian, perpindahan, kelahiran dan kelangsungan hidup sebagai
akibat ineraksi individu disebut efek ekologi. Efek ekologi yang terjadi dalam
jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan efek evolusi.
b. Interaksi antar populasi
Bentuk interaksi antar populasi dapat berupa predasi,
kompetensi, simboisis. PredasiMerupakan
jenis interaksi makan dan dimakan. Pada umumnya predasi suatu spesies memangsa
spesies lain. Organisme yang memakan disebut predator, sedangka
yang dimakan disebutmangsa. Kompetisi Kompetisi terjadi jika dua atau lebih
populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang sama, sedangkan
ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Simbiosis, berarti
hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Salah satu speseis berperan
sebagai spesies yang di tumpangi dan yang satunya sebagai penumpang.
sombiosis dibedakan menjadi mutualisme, keomensalisme,
parasitisme.
Mutualisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling
menguntungkan satu sama lain.
Komensalisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies
diuntungkan dan satu spesies tidak dirugikan.
Parasitisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies
diuntungkan dan satu spesies dirugikan.
c. Interaksi antar komponen biotik dan abiotik
Pada tingkat ekosistem individu atau populasi memiliki peran
yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotiknya. Ke
khasan fungsi individu atau populasi dalam ekosistem disebut Niche (relung).
Berdasarkan ke khasannya suatu individu atau populasi dibedakan
mejadi prosusen konsumen, dekomposer atau pengurai dan deterivot.
1). Produser
Produser adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan
organik dari bahan anorganik. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh
tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis. Contohnya adalah ganggang,
lumut, dan tumbuhan hijau.
2). Konsumer
Konsumer berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan tak
berklorofil (misalnya tali putri) termasuk konsumer. Konsumer memakan bahan
organik yang dihasilkan oleh produser karena konsumer tidak mampu mengubah zat
anorganik menjadi zat organik.
3). Dekomposer
Dekomposer adalah pengurai sampah atau bangkai, contohnya
bakteri pembusuk dan jamur. Dekomposer menguraikan bahan organik menjadi
bahan-bahan anorganik, air, dan gas. Selanjutnya hasil penguraian tersebut
dimanfaatkan lagi oleh produser.
4). Detrivor
Detrivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik
atau detritus. Dtritus merupakan hancuran dari jaringan hewan atau tumbuhan.
Ekosistem Air (Aquatik)
Ekosistem air dapat berupa ekosistem air tawar atau laut.
Ekosistem air tawar antara lain sungai, kolam, danau, rawa air tawar, dan rawa
gambut. Eksosisetm laut antara lain hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai,
pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkan dan laut dalam.
Ekosistem Darat (Terestrial)
Ekosistem darat dalam skala yang luas memiliki tipe struktur
vegetasi (tumbuhan) dominan disebut bioma. Vegetasi suatu jenis bioma memiliki
penampakanyang saman dimanapun bioma tersebut ditemukan.
Berdasarkan posisi geografisnya bioma dapat dikelompokkan
menjadi:
Hutan hujan, Savana, Padang tumput, Gurun, Hutan gugur, Taiga,
Tundra.
B. RANTAI MAKANAN
Antara makhluk hidup dengan lingkungannya terdapat saling
ketergantungan. Makhluk hidup tergantung pada lingkungannya untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Proses makan-dimakan akan membentuk rantai makanan,
jaring-jaring makanan, dan aliran energi. Rantai makanan adalah peristiwa
makan-dimakan yang digambarkan dalam bentuk linier. Peristiwa kompleks
makan-dimakan digambarkan dalam bentuk jaring-jaring makanan. Dalam proses
makan-dimakan terjadi perpindahan energi. Transfer energi dari matahari ke
produser, konsumer dan pengurai dikenal sebagai aliran energi. Produser yang
mampu memanfaatkan energi matahari secara langsung berada pada tingkat trofik
I, konsumer I berada pada tingkat trofik II, dan seterusnya hingga ke konsumer
puncak.
Rantai Makanan, di lingkungan dapat dijumpai adanya proses
makan-dimakan. Sebagai contoh, rumput dimakan belalang, belalang dimakan burung
kecil, burung kecil dimakan ular, dan ular dimakan burung elang.
Jaring-jaring Makanan
a. Aliran Energi
Aliran energi adalah perpindahan energi di dalam peristiwa makan
dan dimakan. Bila tumbuhan dimakan oleh konsumen pertama maka energi yang
berada di dalam tumbuhan akan berpindah ke konsumen pertama, selanjutnya jika
konsumen pertama dimakan oleh konsumen kedua maka energi pada konsumen pertama
akan berpindah ke konsumen kedua, dan begitu seterusnya. Energi yang diperoleh
konsumen tidak seluruhnya tersimpan di dalam tubuhnya. Energi yang tersimpan
hanya ±10% saja, sedangkan sisa energi ±90%nya digunakan untuk aktivitas
biologi misalnya bergerak, bernafas dan berkembang biak serta ada yang tersebar
ke lingkungan dalam bentuk panas.
b. Piramida Energi
Semakin jauh tingkat trofiknya maka semakin sedikit jumlah
organismenya. Hal ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida ekologi. Piramida
ekologi dibedakan menjadi piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida
energi. Piramida jumlah menggambarkan jumlah organisme
yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida biomassa menggambarkan
jumlah berat total organisme yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida energi menggambarkan jumlah energi yang
terkandung dalam setiap tingkat trofik.
C. DAUR BIOGEOKIMIA
Daur biogeokimia adalah daur unsur atau zat misalnya
karbondioksida, oksigen, air, nitrogen, fosfor dan mineral yang lain. Jika daur
biogeokimia itu terhenti, ekosistem akan mengalami kerusakan. Proses
makan-dimakan di dalam ekosistem menimbulkan perputaran unsur yang dikenal
sebagai daur unsur. Karena daur itu berjalan melalui tubuh makhluk hidup, tanah
dan persenyawaan kimia, maka disebut sebagai daur biogeokimia.
Unsur-unsur yang mengalami daur biogeokimia itu misalnya oksigen, karbon,
nitrogen, fosfor, kalium dan unsur lainnya.
a. Daur Air
Air yang ada di lingkungan mengalami perpindahan
dari satu tempat ke tempat yang lain. Air di sungai, danau,
dan laut menguap menjadi awan. Awan akhirnya jatuh sebagai air hujan. Air
hujan sebagian dimanfaatkan tumbuhan, hewan dan manusia, sebagian lagi meresap
ke dalam tanah kemudian muncul sebagai mata air, dan sebagian lagi langsung
mengalir melalui sungai menuju ke laut. Demikian seterusnya.
b. Daur Oksigen dan Karbon
Semua makhluk hidup memerlukan oksigen (O2) untuk pernafasannya.
Sisa pernafasan adalah karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Tumbuhan hijau
membutuhkan CO2 dan air untuk fotosintesis. Hasil
fotosintesis berupa gula dan oksigen. Oksigen yang dilepaskan ke udara diambil
oleh makhluk hidup untuk pernafasan. Demikian seterusnya.
c. Daur Nitrogen
Unsur nitrogen sebagian besar di atmosfer dalam bentuk gas
nitrogen (N2). Gas nitrogen mencakup 78% dari berbagai gas yang ada diatmosfer.
Hanya sedikit organisme yang dapat menggunakan nitrogen dama bentuk N2.
organisme yang dapat mengikat nirogen alah bakteri (Azotobakter sp). Nitrogen
diserap oleh tumbuhan dalam bentuk amoniak. Amoniak kemudian dirombak oleh
bakteri nitrit kemudian dengan bantuan bakteri juga nitrit dirubah menjadi
nitrat dan beru diserap oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nirogennya.
d. Daur Fosfor
Fosfor terdapat dialam dalam bentuk ion fosfat (PO34-). Ion
fosfat terdapat dalam bebatuan. Tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam
air tanah. Herbifora mendapat fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan
karnifora mendapat fosfat dari herbifora yang dimakannya. Bakteri dan jamur
menguraikan bahan organik ditanah lalu melepas fosfat yang kemudian diambil
oleh tumbuhan.
e. Daur Sulfur
Tumbuah menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan
sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan
kemudian akan diuraikan leh komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa bakteri
terlibat dalam daur sulfur antara lain Desulfobrio dan Desolfomaculum yang akan
mereduksi sulfat menjadi sulfida dalaa bentuk hidrogen sulfida (H2S). H2S
digunakan bakteri fotoatotrof anaerob dan melepaskan sulfur dan oksigen.
D. SUKSESI
Suatu komunitas tidak berada dalam keadaan statis, namun
mengalami perubahan. Suksesi merupakan proses perkembangan suatu komunitas
melalui tahap-tahap yang dapat diprediksi. Terdapat dua macam suksesi yaitu
suksesi primer dan suksesi sekunder.
a. Suksesi Primer
Suksesi primer adalah formasi suatu komunitas baru pada suatu
daerah yang awalnya berasal dari daerah yang kosong atau gundul. Tahap awal
melibatkan beberapa spesies. Organisme pertama yang mengkoloni daerah iut
disebut spesies pionir. Spesies pionir biasanya toleran terhadap keadaan yang
ekstrim.
b. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder merupakan pembentukan kembali suatu komunitas
kebentukkondisi awal setelah daerah tersebut rusak. Suksesi sekunder disebabkan
oleh kebakaran, banjir, gempa bumi dan aktivitas manusia. Jika daerah tersebut
ditinggalkan atau didiamkan saja setelah digunakan, akan terjadi suksesi kembali.
Awalnya akan ditumbuhi rerumputan, perdudan kemudian pohon-pohon.
c. Komunitas Klimaks
Komunitas kelimaks merupakan hasil akhir dari suksesi. Misalnya
suksesi rawa menjadi daratan. Tipe komunitas klimaks yang berkembang dibedakan
oleh faktor pembatas lingkungan. Di daerah dimana air merupakan faktor
pembatas, komunitas klimaksnya adalah gurun. Pada daerah pegunungan komunitas
klimaks terdiri dari lumut kerak dan lumut, serta jarang terdapat pohon karena
faktor pembatasnya adalah suhu, air dan angin.
Nie yg lbh lengkap tentang macam macam simbiosis
macam-macam simbiosis
Simbiosis mutualisme
1. flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam
2. Jamur dengan Ganggang
Dalam
simbiosis itu jamur bertugas manyerap air dan hara dari lingkungannya. Air dan
hara digunakan oleh ganggang yang mempunyai klorofil untuk bahan fotosintesis
sehingga dihasilkan senyawa organik. Senyawa organik hasil fotosintesis
tersebut sebagian digunakan oleh ganggang dan sel-sel jamur.
3. Protozoa Mixotricha paradoxa dengan rayap Mastotermes darwiniensis
4. Kupu-kupu dengan bunga
Dalam
hubungan kupu-kupu dan bunga, kupu-kupu membantu bunga dalam penyerbukan
sedangkan kupu-kupu dapat menghisap madu dari bunga. Jadi keduanya sama-sama
diuntungkan.
5. Ular sawah dengan petani
Ular
sawah dapat membantu petani mengurangi tikus dengan cara memangsa tikus-tikus
tersebut yang merusak dan makan padi.
6. Bakteri Rhizobium dengan akar tanaman polong
Bakteri
Rhizobium mendapatkan habitat habitat hidupnya pada akar tanaman polongan, sedangkan
tanaman polonganmendapat keuntungan berupa nitrogen yang didapat dari bakteri
Rhizobium. Tanpa bakteri tersebut, polongan tidak dapat mengambil nitrogen dari
udara bebas.
7. Burung jalak dan kerbau
Burung
jalak yang hinggap di punggung kerbau memakan kutu-kutu kerbau, sedangkan
kerbau merasa nyaman karena kutu-kutu di tubuhnya berkurang.
8. Kepiting boxing, hermit, dan jenis-jenis kepiting lainnya dengan
spesies anemones laut bersengat.
(anemones
adalah invertebrata laut yang hidup menempel di karang). Hubungan tersebut
terjadi dengan cara sebagai berikut: Kepiting boxing bergantung dan memegang
erat anemones dengan tujuan untuk melindungi dirinya dari predator yang
mengancam. Sedangkan beberapa kepiting hermit memanggul anemones dan menempelkan
anemones ke cangkangnya dengan tujuan menghalangi musuh-musuhnya. Hubungan ini
berjalan dua arah yaitu anemones dapat memperoleh banyak makanan karena
berpindah-pindah dari tempat satu ketempat lainnya.
9. Ikan berbintik dengan udang bercangkang.
Keduanya
menjalani hidup bersama dan saling mengisi. Mereka menempati lubang
bersama, lubang digali oleh udang dan ikan dilindungi oleh ikannya.
Udang yang relatif tidak bisa melihat ini mempercayakan penglihatan tajam sang
ikan sebagai penjaganya dan memberi tanda padanya saat aman untuk bergerak.
Ikan-ikan ini sebaliknya mengharapkan lubang yang digali oleh udang ini untuk
dijadikan tempat berlindung dan istirahat yang nyaman.
10. Lumut kerak atau lichen dengan mikroorganisme
fotosintetik.
Jamur pada lichen biasanya adalah jamur
Ascomycota dan Basidiomycota. Sedangkan organisme fotosintetik biasanya adalah
Cyanobacteria atau ganggang hijau biru. Jamur memperoleh hasil fotosintesis
dari mikroorganisme fotosintetik, dan mikroorganisme fotosintetik mendapatkan
bahan nutrien untuk fotosintetik dari jamur.
Simbiosis Komensalisme
1. Anggrek dengan Pohon
Bunga
anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Bunga anggrek merupakan tanaman
epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis.
Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
2. Ikan badut dengan anemon laut.
Ikan
badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun
yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena
kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya
karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak
diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.
3. keladi tikus dengan semut angrang
4. pohon mangga dengan tumbuhan merambat
5. pohon angsana dengan tumbuhan paku
6. Udang dengan pasangannya.
6. Udang dengan pasangannya.
Udang adalah merupakan organisme yang
mengambil keuntungan dari yang pasangannya pada hubungan simbiotik, meski bukan
parasit, tidak ada untungnya ditunggangi udang di punggungnya.
Pembonceng-pembonceng ini dapat ditemui di atas makhluk-makhluk yang lebih
besar dan bergerak lebih cepat termasuk nudibranchs dan ketimun laut (sea
cucumber). Mereka menggantung dan memunguti sisa-sisa makanan ketika tunggangan
mereka bergerak di dalam laut.
7. The Goby dan bulu babi
Ada
beberapa jenis Goby, seperti memancarkan Astropyga, yang hidup di antara duri
bulu babi beracun. Mereka mendapatkan perlindungan dari tuan rumah mereka
sementara tuan rumah mereka tidak diuntungkan atau dirugikan oleh hubungan.
8. Ikan Ramora dan Ikan Hiu
Dalam
hubungan ikan remora dan ikan hiu, ikan remora bisa berada di sekitar ikan hiu
agar terhindar dari bahaya musuh dan bias mendapatkan makanan sisa ikan hiu
tanpa mengganggu ikan hiu.
9. Tumbuhan paku dan pohon jati
Tumbuhan
paku menempel pada pohon jati namun tidak menyerap makanan dari inangnya karena
tumbuhan paku dapat membuat makanan sendiri.
10. Sirih dengan
pohon
Pohon
sirih sama dengan pohon anggrek dan pakis pohon sirih ahnya menumpang tempat
tinggal di pohon / Inangnya . sementara pohon yang di tumpangi tidak
berpengaruh apa-apa.
Simbiosis Parasitisme
1. Tanaman benalu
dengan inangnya
Benalu
(Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak
mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara
dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang
dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara
dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan
2. Tali putri
dengan inangnya
Tumbuhan
tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan
tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan
fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta
menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
3. Cacing tambang yang hidup di
dalam usus manusia
Cacing tambang termasuk jenis
cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang
ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan
mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat menular
melalui kulit kaki yang terinfeksi larva
cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus
halus.
4. bunga raflesia
dengan inangnya
Bunga raflesia
mengisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga raflesia dapat
tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati.
5. Cacing Pita yang h idup di
dalam usus manusia
Cacing pita memiliki kait pada tubuhnya untuk melekatkan
dirinya pada dinding usus manusia. Disebut cacing pita karena bentuknya panjang
pipih mitip pita dan berkepala kecil. Biasanya cacing pita menyerang orang
yang suka mengkonsumsi makanan yang berasal dari daging, terutama daging sapi
dan daging babi yang dimasak tidak sampai
matang.
6. Lalat pada sapi
Lalat menempel, mengganggu, dan
menggigit (menghisap darah sapi) sehingga sapi merasa gatal (dirugikan)
darahnya berkurang.
7. Jamur dan tubuh manusia
Jamur seperti jamur panu hidupnya
menempel pada kulit manusia. Jamur diuntungkan karena mendapat makanan dari
tubuh manusia. Manusia dirugikan karena selain merasakan gatal, manusia juga
kehilangan zat makanan yang diambil oleh jamur.
8. Ikan Pearl dan Sea Cucumber.
Pearl ikan hidup di kloaka Sea
Cucumber yang mereka masuk melalui anus. Ikan Pearl kemudian menerobos membran
pernapasan dan menempatkan rumahnya.Pearl pakan ikan pada jaringan Ketimun Laut
pernapasan dan gonad. Mereka juga meninggalkan sarang mereka di malam hari
untuk makan. Ketika ikan Pearl meninggalkan Sea Cucumbers untuk mencari makan,
mereka mengikuti aroma kimia yang membuat mereka kembali ke anus Sea Cucumbers
itu.
9. ikan mutiara, dan teripang. Ikan mutiara adalah jenis
mesoparasite.
Mendeteksi
bahan kimia yang dilepaskan oleh teripang dan memasuki teripang ketika
berpartisipasi dalam pertukaran gas dan napas di dalam air. Teripang
berupaya untuk mengeluarkan ikan mutiara dengan cara mengeluarkan sebagian
besar dari saluran pencernaan melalui anus mereka. Hal ini dapat merugikan
untuk teripang.
10. fish doctor dan ikan.
Fish
Doctor, jenis Crustacea Isopod, akan melampirkan dirinya di bawah sirip, sisik,
atau insang ikan. Kemudian menghisap darah ikan tuan rumah sampai mati.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar