Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita
Sifat
Fisika Zat
Mengapa besi dapat berkarat? Besi merupakn logam yang bersifat keras,
tetapi jika terkena karat maka besi menjadi rapuh. Sifat keras besi merupakan
sifat fisika yang dapat diamati secara visual, sedangkan pengkaratan besi
merupakan sifat kimia.
Setiap zat memiliki sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat tersebut meliputi
sifat fisika dan sifat kimia. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, beberapa zat
dapat mengalami perubahan baik secara fisik maupun secara kimia.
1.
Sifat
Fisika
Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan
dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu zat
yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan
sifat fisika. Sifat
fisika suatu benda, antara lain:
a.
Wujud
Zat
Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat
tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa
perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim,
dan mengkristal. Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda
untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76
cmHg) adalah 1000 C, sedangkan bensin kurang lebih 800 C.
b.
Massa
Massa zat dapat diukur dengan felas ukur dengan menggunakan timbangan atau
neraca.
c.
Volume
Volume dapat diukur dengan gelas ukur atau volumetrik.
d.
Massa
Jenis
Massa jenis adalah massa setiap satuan volume benda. Massa jenis rata-rata
setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya.
e.
Titik didih, titik leleh, dan titik beku.
Semakin tinggi titik didih suatu zat, semakin sulit zat tersebut untuk mendidih
dan mengaup.
f.
Kekerasan
atau mekanis
Kekerasan adalah sifat ketahanan suatu zat terhadap esekan dan tempaan. Intan merupakan zat paling kerass
diantara benda-benda lainnya.
g.
Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika
yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda
merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain.
Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar
dan lain–lain.
h.
Kelarutan
Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat
larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak
dapat larut dalam air. Kelarutan
suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.
i.
Daya
hantar listrik
Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat
menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor,sedangkan benda yang tidak
dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu
zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan
dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah
lampu dapat menyala. Daya
hantar listrik merupakan sifat fisika.
j.
Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda
magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik
kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat
ditarik oleh magnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir. Pemisahan
campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan. Cara
yang lebih mudah adalah dengan
mendekatkansebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi
termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. Perbedaan fisika
seperti ketertarikan suatu benda pada sebuah magnet dapat digunakan untuk
memisahkan suatu zat dalam campuran. Coba kamu kumpulkan beberapa informasi
yang lain, tentang sifat fisika suatu benda!
2.
Sifat
Kimia
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya
zat jenis baru. Perhatikan logam-logam yang berada di sekitarmu, apakah semua
dapat bereaksi dengan oksigen? Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan
oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa
contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:
a.
Mudah
terbakar
Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar
terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“? Peringatan ini bertujuan untuk
mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar.
Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat
menggunakannya secara aman.
b.
Busuk
dan asam
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat
mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi
asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi
basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
c.
Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut
berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.
Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca.
Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat
jenis baru.
d.
Mudah
meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah
meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.
e.
Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain:
insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun
tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.
Berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia diatas suatu zat dapat mengalami
perubahan, baik perubahan fisika maupun perubahan kimia. Berikut ini dijelaskan
tentang perubahan tersebut.
3.
Perubahan
Fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat
jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk
menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat
molekul zat pada beras dan tepung tetap
sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair,
membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa
ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang
berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika
saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna
berubah.
4.
Perubahan
Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru.
Pernahkah kamu membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas
tersebut habis terbakar? Terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran.
Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah
dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi,
sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain.
Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat
jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh
perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia,
massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.
Perubahan yang terjadi pada suatu zat dapat dimanfaatkan dalam berbagai
hal. Salah satunya adalah digunakan untuk memisahkan zat apabila terdapat zat
yang saling tercampur. Berikut ini dijelaskan berbagai macam teknik pemisahan
campuran.
5.
Pemisahan
Campuran
Pernahkah kamu berpikir, apakah minyak yang berada dalam sumur minyak sudah
berwujud cair? Mengapa minyak goreng yang tercampur dengan air bila dipanaskan
akan menimbulkan percikan-percikan? Nah, simak penjelasan berikut ini! Setiap
zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Keberadaan
partikel-partikel dapat dibuktikan, misal satu sendok garam dapur dilarutkan
dalam segelas air. Apa yang dapat kamu rasakan saat larutan tersebut
dicicipi? Terasa asin bukan? Bagaimanakah kita dapat memperoleh garam yang
sudah dilarutkan dalam air? Coba kamu panaskan larutan garam tersebut sampai
mendidih, sehingga semua air menguap. Kamu
akan mendapatkan kembali garam dapur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa
pemisahan campuran dapat dilakukan didasarkan pada perbedaan titik didih antara
partikel-partikel penyusunnya. Pemisahan
campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
a.
Penyaringan
(filtrasi)

Pernahkah
kamu melihat buruh bangunan yang sedang melakukan pemisahan antara pasir dengan
kerikil? Tahukah kamu mengapa setelah kelapa diparut harus diremas-remas
sembari ditambahkan air? Pemisahan pasir dengan kerikil dan pemisahan air
dengan parutan kelapa bertujuan untuk memisahkan zat-zat yang dicampur dalam
campuran tersebut. Partikel yang mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos dari
saringan sedangkan yang berukuran besar akan tertahan pada saringan. Mengapa
air sumur tampak jernih meskipun hujan turun? Peristiwa alam turunnya hujan ke
bumi akan mengalir ke tempat yang lebih rendah di permukaan bumi dengan membawa
zat-zat lain. Air yang meresap ke dalam tanah melalui celah-celah kecil, dan
mengalami penyaringan oleh lapisan tanah, sehingga dihasilkan sumber air yang
jernih. Dalam kegiatan laboratorium pemisahan campuran dapat dilakukan dengan
menggunakan kertas saring. Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran
zat yang akan dipisahkan. Pemisahan campuran dengan memperhatikan perbedaan
kelarutan juga dapat dilakukan dengan penyaringan (filtrasi). Contoh, kita
hendak memisahkan campuran garam dan pasir. Langkah yang kita tempuh adalah
memberikan air pada campuran tersebut. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat
yang memiliki sifat terlarut. Dalam hal ini garam dapat dilarutkan oleh air,
sedangkan pasir tidak. Melalui proses penyaringan pasir akan tertinggal,
sedangkan air garam lolos dari saringan tersebut. Zat yang tertahan dan tertinggal di kertas saring disebut residu.
Cairan yang dapat lolos dari kertas saring dinamakan filtrat. Proses
penyaringan air kotor dengan lapisan 1 susun berbeda dengan penyaringan
menggunakan lapisan 2 susun. Semakin
banyak bahan penyaring, semakin jernih air yang dihasilkan.
b.
Penyulingan
(destilasi)
Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang
didasarkan pada perbedaan titik didih zat. Proses pemisahan campuran dengan
cara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan.
Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi, antara lain: memperoleh
bensin dari campuran antara air dan bensin, memperoleh air murni dari campuran
air yang sudah terkotori zat padat yang larut didalamnya, memperoleh air dari
campuran air dan garam.
Larutan garam yang dipanaskan akan mendidih dan kemudian terjadi peristiwa
penguapan. Penguapan yang terjadi adalah air murni, sedangkan garam tertinggal
di dalam ketel. Selanjutnya terjadi proses pengembunan uap air murni melalui
selang yang dimasukkan dalam panci yang
berisi air dingin. Panci berisi air dingin adalah untuk mempercepat terjadinya
proses pengembunan uap air murni tersebut. Setelah proses
penguapan dan pengembunan pada larutan garam selesai, maka akan dihasilkan air
murni. Kegiatan yang kamu lakukan merupakan gambaran bagaimana penduduk pantai
mengubah air laut yang asin menjadi air
yang segar, sehingga dapat diminum.
c.
Kristalisasi
Zat padat tidak dapat dipisahkan dari larutan dengan cara
disaring. Zat padat, seperti gula dan garam yang terlarut dalam air dapat
dipisahkan dari larutannya dengan cara penguapan dan terjadi kristalisasi.
Petani garam mendapatkan garam dengan cara menguapkan air laut. Bagaimanakah
cara petani garam mendapatkan garam dari air laut? Air laut dialirkan menuju ke
tambak-tambak yang dibuat dipinggir pantai. Aliran air laut ini dapat terjadi karena salah satu peristiwa
alam, yaitu pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan.
Setelah air laut terjebak dalam tambak-tambak, selanjutnya proses penguapan terjadi
dengan bantuan sinar matahari. Air yang terkandung dalam air laut akan menguap,
sehingga terbentuklah kristal garam.
d.
Sublimasi (Penyubliman)
Sublimasi (Penyubliman)
Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan pada zat-zat yang dapat
menyublim. Sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat menjadi gas atau sebaliknya.
Zat yang dapat menyublim, antara lain: kapur barus, iodin, kafein dan
lain-lain.
e.
Kromatografi
Proses
pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara
partikel-partikel zat yang dicampur pada suatu medium disebut kromatografi.
Kegiatan yang dapat kamu lakukan, misal bagaimana memisahkan campuran warna
hitam? Tinta hitam merupakan campuran beberapa warna. Pemisahan warna hitam
menjadi warna-warna penyusunnya dapat dilakukan dengan kromatografi.
f.
Ekstraksi
(Penyarian)
Ekstraksi dilakukan untuk mengambil sari dari tumbuhan. Misalnya mengambil
sari buah mengkudu, sari gula dari tebu, sari buah tomat, dan sari buah jeruk.
Pemisahan campuran dengan metode ekstraksi berdasarkan pada kelarutan zat
terlarut di dalam pelarut yang berbeda.
Ketika kamu meyeduh teh atau kopi dengan air mendidih, maka zat-zat yang
ada dalam teh atau kopi akan larut dalam air panas. Air panas bertindak sebagai
pelarut, sedangkan zat yang terdapat dalam teh yaitu kamelin dan zat
yang terdapat dalam kopi yaitu kafein sebagai zat terlarut. Teh dan kopi
yang telah kehilangan sarinya akan dibuang sebagai ampas atau residu, sedangkan
teh dan kopi yang dapat diminum dinamakan ekstrak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar