Jumat, 28 Maret 2014

Arma Mahayani Am : Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita

Arma Mahayani Am : Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita: Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita Sifat Fisika Zat Mengapa besi dapat berkarat? Besi merupakn logam yang bersifat keras, tetapi jik...

Arma Mahayani Am : Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya

Arma Mahayani Am : Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya: Mahkluk Hidup dan Lingkungannya EKOSISTEM Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar mahluk hidup dengan lingk...

Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita

Perubahan Benda-Benda di Sekitar Kita
besi.jpgSifat Fisika Zat
Mengapa besi dapat berkarat? Besi merupakn logam yang bersifat keras, tetapi jika terkena karat maka besi menjadi rapuh. Sifat keras besi merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara visual, sedangkan pengkaratan besi merupakan sifat kimia.
Setiap zat memiliki sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat tersebut meliputi sifat fisika dan sifat kimia. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, beberapa zat dapat mengalami perubahan baik secara fisik maupun secara kimia.
1.            Sifat Fisika
Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan sifat fisika. Sifat fisika suatu benda, antara lain:
a.            Wujud Zat
Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal. Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76 cmHg) adalah 1000 C, sedangkan bensin kurang lebih 800 C.
b.            Massa
Massa zat dapat diukur dengan felas ukur dengan menggunakan timbangan atau neraca.
c.            Volume
Volume dapat diukur dengan gelas ukur atau volumetrik.
d.            Massa Jenis
Massa jenis adalah massa setiap satuan volume benda. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. 
e.            Titik didih, titik leleh, dan titik beku.
Semakin tinggi titik didih suatu zat, semakin sulit zat tersebut untuk mendidih dan mengaup.
f.             Kekerasan atau mekanis
Kekerasan adalah sifat ketahanan suatu zat terhadap esekan dan tempaan. Intan merupakan zat paling kerass diantara benda-benda lainnya.
g.            Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.
h.            Kelarutan
Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air. Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.
i.              Daya hantar listrik
Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor,sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah lampu dapat menyala. Daya hantar listrik merupakan sifat fisika.
j.              Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir. Pemisahan campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan. Cara yang lebih mudah  adalah dengan mendekatkansebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. Perbedaan fisika seperti ketertarikan suatu benda pada sebuah magnet dapat digunakan untuk memisahkan suatu zat dalam campuran. Coba kamu kumpulkan beberapa informasi yang lain, tentang sifat fisika suatu benda!
2.            Sifat Kimia
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Perhatikan logam-logam yang berada di sekitarmu, apakah semua dapat bereaksi dengan oksigen? Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:
a.            Mudah terbakar
Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“? Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.
b.            Busuk dan asam
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
c.            Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca. Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.
d.            Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.
e.            Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.
Berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia diatas suatu zat dapat mengalami perubahan, baik perubahan fisika maupun perubahan kimia. Berikut ini dijelaskan tentang perubahan tersebut.
3.            Perubahan Fisika     
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat  pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna berubah.

4.            Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Pernahkah kamu membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas tersebut habis terbakar? Terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain. Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.
Perubahan yang terjadi pada suatu zat dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah digunakan untuk memisahkan zat apabila terdapat zat yang saling tercampur. Berikut ini dijelaskan berbagai macam teknik pemisahan campuran.
5.            Pemisahan Campuran
Pernahkah kamu berpikir, apakah minyak yang berada dalam sumur minyak sudah berwujud cair? Mengapa minyak goreng yang tercampur dengan air bila dipanaskan akan menimbulkan percikan-percikan? Nah, simak penjelasan berikut ini! Setiap zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Keberadaan partikel-partikel dapat dibuktikan, misal satu sendok garam dapur dilarutkan dalam segelas air. Apa yang dapat kamu rasakan saat larutan tersebut dicicipi? Terasa asin bukan? Bagaimanakah kita dapat memperoleh garam yang sudah dilarutkan dalam air? Coba kamu panaskan larutan garam tersebut sampai mendidih, sehingga semua air menguap. Kamu  akan mendapatkan kembali garam dapur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemisahan campuran dapat dilakukan didasarkan pada perbedaan titik didih antara partikel-partikel penyusunnya. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:









a.            Penyaringan (filtrasi)
images.jpegGb.Penyaringan dengan kertas saring.jpgPernahkah kamu melihat buruh bangunan yang sedang melakukan pemisahan antara pasir dengan kerikil? Tahukah kamu mengapa setelah kelapa diparut harus diremas-remas sembari ditambahkan air? Pemisahan pasir dengan kerikil dan pemisahan air dengan parutan kelapa bertujuan untuk memisahkan zat-zat yang dicampur dalam campuran tersebut. Partikel yang mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos dari saringan sedangkan yang berukuran besar akan tertahan pada saringan. Mengapa air sumur tampak jernih meskipun hujan turun? Peristiwa alam turunnya hujan ke bumi akan mengalir ke tempat yang lebih rendah di permukaan bumi dengan membawa zat-zat lain. Air yang meresap ke dalam tanah melalui celah-celah kecil, dan mengalami penyaringan oleh lapisan tanah, sehingga dihasilkan sumber air yang jernih. Dalam kegiatan laboratorium pemisahan campuran dapat dilakukan dengan menggunakan kertas saring. Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat yang akan dipisahkan. Pemisahan campuran dengan memperhatikan perbedaan kelarutan juga dapat dilakukan dengan penyaringan (filtrasi). Contoh, kita hendak memisahkan campuran garam dan pasir. Langkah yang kita tempuh adalah memberikan air pada campuran tersebut. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat yang memiliki sifat terlarut. Dalam hal ini garam dapat dilarutkan oleh air, sedangkan pasir tidak. Melalui proses penyaringan pasir akan tertinggal, sedangkan air garam lolos dari saringan tersebut. Zat yang tertahan dan  tertinggal di kertas saring disebut residu. Cairan yang dapat lolos dari kertas saring dinamakan filtrat. Proses penyaringan air kotor dengan lapisan 1 susun berbeda dengan penyaringan menggunakan lapisan 2 susun. Semakin banyak bahan penyaring, semakin jernih air yang dihasilkan.
b.            Penyulingan (destilasi)
Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang didasarkan pada perbedaan titik didih zat. Proses pemisahan campuran dengan cara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan.
Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi, antara lain: memperoleh bensin dari campuran antara air dan bensin, memperoleh air murni dari campuran air yang sudah terkotori zat padat yang larut didalamnya, memperoleh air dari campuran air dan garam.
Larutan garam yang dipanaskan akan mendidih dan kemudian terjadi peristiwa penguapan. Penguapan yang terjadi adalah air murni, sedangkan garam tertinggal di dalam ketel. Selanjutnya terjadi proses pengembunan uap air murni melalui selang yang dimasukkan dalam  panci yang berisi air dingin. Panci berisi air dingin adalah untuk mempercepat terjadinya proses pengembunan uap air murni tersebut. Setelah proses penguapan dan pengembunan pada larutan garam selesai, maka akan dihasilkan air murni. Kegiatan yang kamu lakukan merupakan gambaran bagaimana penduduk pantai mengubah  air laut yang asin menjadi air yang segar, sehingga dapat diminum.
c.            Kristalisasi
79269_petani_garam_sedang_memanen_hasilnya_di_rembang__beberapa_waktu_lalu__300_225.jpgZat padat tidak dapat dipisahkan dari larutan dengan cara disaring. Zat padat, seperti gula dan garam yang terlarut dalam air dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara penguapan dan terjadi kristalisasi. Petani garam mendapatkan garam dengan cara menguapkan air laut. Bagaimanakah cara petani garam mendapatkan garam dari air laut? Air laut dialirkan menuju ke tambak-tambak yang dibuat dipinggir pantai. Aliran air laut  ini dapat terjadi karena salah satu peristiwa alam, yaitu pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan. Setelah air laut terjebak dalam tambak-tambak, selanjutnya proses penguapan terjadi dengan bantuan sinar matahari. Air yang terkandung dalam air laut akan menguap, sehingga terbentuklah kristal garam.
d.            gb483.jpgSublimasi (Penyubliman)
Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan pada zat-zat yang dapat menyublim. Sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat menjadi gas atau sebaliknya. Zat yang dapat menyublim, antara lain: kapur barus, iodin, kafein dan lain-lain.




e.            Kromatografi
ekstraksi bunga-4.JPGProses pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang dicampur pada suatu medium disebut kromatografi. Kegiatan yang dapat kamu lakukan, misal bagaimana memisahkan campuran warna hitam? Tinta hitam merupakan campuran beberapa warna. Pemisahan warna hitam menjadi warna-warna penyusunnya dapat dilakukan dengan kromatografi.
f.             Ekstraksi (Penyarian)
Ekstraksi dilakukan untuk mengambil sari dari tumbuhan. Misalnya mengambil sari buah mengkudu, sari gula dari tebu, sari buah tomat, dan sari buah jeruk. Pemisahan campuran dengan metode ekstraksi berdasarkan pada kelarutan zat terlarut di dalam pelarut yang berbeda.

Ketika kamu meyeduh teh atau kopi dengan air mendidih, maka zat-zat yang ada dalam teh atau kopi akan larut dalam air panas. Air panas bertindak sebagai pelarut, sedangkan zat yang terdapat dalam teh yaitu kamelin dan zat yang terdapat dalam kopi yaitu kafein sebagai zat terlarut. Teh dan kopi yang telah kehilangan sarinya akan dibuang sebagai ampas atau residu, sedangkan teh dan kopi yang dapat diminum dinamakan ekstrak.

Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya





Mahkluk Hidup dan Lingkungannya
EKOSISTEM
Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar mahluk hidup dengan lingkungannya disebut. Ekologi (oikos = rumah, logos = ilmu). Lingkup kajian ekologi adalah mahluk hidup, lingkungan dan hubungan timbal balik taua interksi antara keduanya. Ekologi berhubungan dengan ilmu-ilmu lain seperti; morfologi, genetika, fosiologi, evolusi biologi melekuler dan niologi perkembangan. Dengan ekologi diaharapkan interksi antar mahluk hidup dan lingkungnya dapat lebih dipahami. Pemahaman yang baik diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia tanpa merusak lingkungan. Sumber energi utama untuk ekosistem adalah matahari.
Semua ekosistem di permukaan bumi berinteraksi membentuk ekosistem yang besar, yaitu ekosfer. Lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang dihuni oleh seluruh makhluk hidup disebut biosfer. Berdasarkan proses terbentuknya, ada ekosistem alami dan ekosistem buatan.
1. Lingkungan Makhluk Hidup
Lingkungan dan mahluk hidup tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, keduanya saling mempengaruhi. Setiap kelomok mahluk hidup hidup menetap ditempat tertentu (habitat). Lingkungan mahluk hidup dapat dibedakan menjadi; lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Biotik adalah mahluk hidup. Lingkungan biotik suatu mahluk hidup adalah seluruh mahluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies yang berbeda yang hidup ditempat yang sama. Komponen biotik terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, paku, tumbuhan berbiji, invertebrata, avertebrata dan manusia.
b. Lingkungan Abiotik
Abiotik adalah bukan mahluk hidup atau komponen tak hidup. Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan abiotik. Contoh komponen abiotik antara lain suhu, cahaya, air, kelembaban, udara, garam, mineral dan tanah.
Suhu, suhu sangat diperlukan oleh setiap mahluk hidup berkitan dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup.
Cahaya, penyinaran matehari berperan dalam kehidupan organisme. Misalnya tumbuhan memerlukan cahaya natahari dengan panjang gelombang tertenu guna membantu proses fotosintesis.
Air,dalam kehidupan air sangat diperlukan oleh mahluk hidup, karena sebagian besar tubuhnya mengandung air.
Kelembaban, diperlukan oleh mahlukhidpu agar tubuhnya tidak cepat keringkarena penguapan.
Udara, Nitrogen diperlukan mahlu khidup utnuk membentuk protein. Oksigen digunakan mahluk hidup untuk bernafas. Karbondioksida diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis.
Garam-garam mineral. Tumbuhan mengambil garam-garam mineral dan air dari tanah untuk proses fotosintesis.
Tanah. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organisme untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur.
2. Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya
a. Interaksi antar individu.
Setiap organisme hidup ditempat tertentu atau habitat tertentu. Pada tempat tersebut hidup organisme lain yang sejenis. Organisme sejenis yang hidup disuatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi. Jumlah individu sejenis yang hidup disuatu tempat persatuan luas menunjukkan kepadatan populasi. Lokasi ditemukan individu-individu sejenis pada suatu tempat menunjukkan penyebaran atau distribusi populasi. Bertambahnya anggota populasi berarti kbutuhan hidup akan ikut bertambah. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi ditempat hidupnya akan terjadi persaingan atau kompetensi. Interaksi kompetisi antar individu dalam populasi disebut kompetisi intraspesifik.
Adanya kompetensi mengakibatkan ada individu yang memperoleh kebutuhan yang lebih sedikit sehingga akan mengakibatkan migrasi (perpindahan ketempat lain) atau kematian.
Kematian, perpindahan, kelahiran dan kelangsungan hidup sebagai akibat ineraksi individu disebut efek ekologi. Efek ekologi yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan efek evolusi.
b. Interaksi antar populasi
Bentuk interaksi antar populasi dapat berupa predasi, kompetensi, simboisis. PredasiMerupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada umumnya predasi suatu spesies memangsa spesies lain. Organisme yang memakan disebut predator, sedangka yang dimakan disebutmangsaKompetisi Kompetisi terjadi jika dua atau lebih populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang sama, sedangkan ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Simbiosis, berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Salah satu speseis berperan sebagai spesies yang di tumpangi dan yang satunya sebagai penumpang.
sombiosis dibedakan menjadi mutualisme, keomensalisme, parasitisme.
Mutualisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain.
Komensalisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan satu spesies tidak dirugikan.
Parasitisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan satu spesies dirugikan.
c. Interaksi antar komponen biotik dan abiotik
Pada tingkat ekosistem individu atau populasi memiliki peran yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotiknya. Ke khasan fungsi individu atau populasi dalam ekosistem disebut Niche (relung).
Berdasarkan ke khasannya suatu individu atau populasi dibedakan mejadi prosusen konsumen, dekomposer atau pengurai dan deterivot.
1). Produser
Produser adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis. Contohnya adalah ganggang, lumut, dan tumbuhan hijau.
2). Konsumer
Konsumer berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan tak berklorofil (misalnya tali putri) termasuk konsumer. Konsumer memakan bahan organik yang dihasilkan oleh produser karena konsumer tidak mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik.
3). Dekomposer
Dekomposer adalah pengurai sampah atau bangkai, contohnya bakteri pembusuk dan jamur. Dekomposer menguraikan bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik, air, dan gas. Selanjutnya hasil penguraian tersebut dimanfaatkan lagi oleh produser.
4). Detrivor
Detrivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau detritus. Dtritus merupakan hancuran dari jaringan hewan atau tumbuhan.
Ekosistem  Air (Aquatik)
Ekosistem air dapat berupa ekosistem air tawar atau laut. Ekosistem air tawar antara lain sungai, kolam, danau, rawa air tawar, dan rawa gambut. Eksosisetm laut antara lain hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai, pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkan dan laut dalam.
Ekosistem Darat (Terestrial)
Ekosistem darat dalam skala yang luas memiliki tipe struktur vegetasi (tumbuhan) dominan disebut bioma. Vegetasi suatu jenis bioma memiliki penampakanyang saman dimanapun bioma tersebut ditemukan.
Berdasarkan posisi geografisnya  bioma dapat dikelompokkan menjadi:
Hutan hujan, Savana, Padang tumput, Gurun, Hutan gugur, Taiga, Tundra.
B. RANTAI MAKANAN
Antara makhluk hidup dengan lingkungannya terdapat saling ketergantungan. Makhluk hidup tergantung pada lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Proses makan-dimakan akan membentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan aliran energi. Rantai makanan adalah peristiwa makan-dimakan yang digambarkan dalam bentuk linier. Peristiwa kompleks makan-dimakan digambarkan dalam bentuk jaring-jaring makanan. Dalam proses makan-dimakan terjadi perpindahan energi. Transfer energi dari matahari ke produser, konsumer dan pengurai dikenal sebagai aliran energi. Produser yang mampu memanfaatkan energi matahari secara langsung berada pada tingkat trofik I, konsumer I berada pada tingkat trofik II, dan seterusnya hingga ke konsumer puncak.
Rantai Makanan, di lingkungan dapat dijumpai adanya proses makan-dimakan. Sebagai contoh, rumput dimakan belalang, belalang dimakan burung kecil, burung kecil dimakan ular, dan ular dimakan burung elang.
020213_0914_Ekosistem1.png
Jaring-jaring Makanan
020213_0914_Ekosistem2.jpg
a. Aliran Energi
Aliran energi adalah perpindahan energi di dalam peristiwa makan dan dimakan. Bila tumbuhan dimakan oleh konsumen pertama maka energi yang berada di dalam tumbuhan akan berpindah ke konsumen pertama, selanjutnya jika konsumen pertama dimakan oleh konsumen kedua maka energi pada konsumen pertama akan berpindah ke konsumen kedua, dan begitu seterusnya. Energi yang diperoleh konsumen tidak seluruhnya tersimpan di dalam tubuhnya. Energi yang tersimpan hanya ±10% saja, sedangkan sisa energi ±90%nya digunakan untuk aktivitas biologi misalnya bergerak, bernafas dan berkembang biak serta ada yang tersebar ke lingkungan dalam bentuk panas.
b. Piramida Energi
Semakin jauh tingkat trofiknya maka semakin sedikit jumlah organismenya. Hal ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida ekologi. Piramida ekologi dibedakan menjadi piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida energi. Piramida jumlah menggambarkan jumlah organisme yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida biomassa menggambarkan jumlah berat total organisme yang menempati setiap tingkat trofik. Piramida energi menggambarkan jumlah energi yang terkandung dalam setiap tingkat trofik.
C. DAUR BIOGEOKIMIA
Daur biogeokimia adalah daur unsur atau zat misalnya karbondioksida, oksigen, air, nitrogen, fosfor dan mineral yang lain. Jika daur biogeokimia itu terhenti, ekosistem akan mengalami kerusakan. Proses makan-dimakan di dalam ekosistem menimbulkan perputaran unsur yang dikenal sebagai daur unsur. Karena daur itu berjalan melalui tubuh makhluk hidup, tanah dan persenyawaan kimia, maka disebut sebagai daur biogeokimia.  Unsur-unsur yang mengalami daur biogeokimia itu misalnya  oksigen, karbon, nitrogen, fosfor, kalium dan unsur lainnya.
a. Daur Air
Air yang ada di  lingkungan  mengalami perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Air di sungai,  danau,  dan  laut menguap menjadi awan. Awan akhirnya jatuh sebagai air hujan. Air hujan sebagian dimanfaatkan tumbuhan, hewan dan manusia, sebagian lagi meresap ke dalam tanah kemudian muncul sebagai mata air, dan sebagian lagi langsung mengalir melalui sungai menuju ke laut. Demikian seterusnya.
020213_0914_Ekosistem3.png

b. Daur Oksigen dan  Karbon
Semua makhluk hidup memerlukan oksigen (O2) untuk pernafasannya. Sisa pernafasan adalah karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Tumbuhan hijau membutuhkan CO2 dan  air  untuk  fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa gula dan oksigen. Oksigen yang dilepaskan ke udara diambil oleh makhluk hidup untuk pernafasan. Demikian seterusnya.
020213_0914_Ekosistem4.png
c. Daur Nitrogen
Unsur nitrogen sebagian besar di atmosfer dalam bentuk gas nitrogen (N2). Gas nitrogen mencakup 78% dari berbagai gas yang ada diatmosfer. Hanya sedikit organisme yang dapat menggunakan nitrogen dama bentuk N2. organisme yang dapat mengikat nirogen alah bakteri (Azotobakter sp). Nitrogen diserap oleh tumbuhan dalam bentuk amoniak. Amoniak kemudian dirombak oleh bakteri nitrit kemudian dengan bantuan bakteri juga nitrit dirubah menjadi nitrat dan beru diserap oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nirogennya.
d. Daur Fosfor
Fosfor terdapat dialam dalam bentuk ion fosfat (PO34-). Ion fosfat terdapat dalam bebatuan. Tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah. Herbifora mendapat fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnifora mendapat fosfat dari herbifora yang dimakannya. Bakteri dan jamur menguraikan bahan organik ditanah lalu melepas fosfat yang kemudian diambil oleh tumbuhan.
e. Daur Sulfur
Tumbuah menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan kemudian akan diuraikan leh komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa bakteri terlibat dalam daur sulfur antara lain Desulfobrio dan Desolfomaculum yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalaa bentuk hidrogen sulfida (H2S). H2S digunakan bakteri fotoatotrof anaerob dan melepaskan sulfur dan oksigen.
D. SUKSESI
Suatu komunitas tidak berada dalam keadaan statis, namun mengalami perubahan. Suksesi merupakan proses perkembangan suatu komunitas melalui tahap-tahap yang dapat diprediksi. Terdapat dua macam suksesi yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
a. Suksesi Primer
Suksesi primer adalah formasi suatu komunitas baru pada suatu daerah yang awalnya berasal dari daerah yang kosong atau gundul. Tahap awal melibatkan beberapa spesies. Organisme pertama yang mengkoloni daerah iut disebut spesies pionir. Spesies pionir biasanya toleran terhadap keadaan yang ekstrim.
b. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder merupakan pembentukan kembali suatu komunitas kebentukkondisi awal setelah daerah tersebut rusak. Suksesi sekunder disebabkan oleh kebakaran, banjir, gempa bumi dan aktivitas manusia. Jika daerah tersebut ditinggalkan atau didiamkan saja setelah digunakan, akan terjadi suksesi kembali. Awalnya akan ditumbuhi rerumputan, perdudan kemudian pohon-pohon.
c. Komunitas Klimaks
Komunitas kelimaks merupakan hasil akhir dari suksesi. Misalnya suksesi rawa menjadi daratan. Tipe komunitas klimaks yang berkembang dibedakan oleh faktor pembatas lingkungan. Di daerah dimana air merupakan faktor pembatas, komunitas klimaksnya adalah gurun. Pada daerah pegunungan komunitas klimaks terdiri dari lumut kerak dan lumut, serta jarang terdapat pohon karena faktor pembatasnya adalah suhu, air dan angin.

Nie yg lbh lengkap tentang macam macam simbiosis

macam-macam simbiosis

Simbiosis mutualisme

1.    flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam
2.    Jamur dengan Ganggang
Dalam simbiosis itu jamur bertugas manyerap air dan hara dari lingkungannya. Air dan hara digunakan oleh ganggang yang mempunyai klorofil untuk bahan fotosintesis sehingga dihasilkan senyawa organik. Senyawa organik hasil fotosintesis tersebut sebagian digunakan oleh ganggang dan sel-sel jamur. 
3.    Protozoa Mixotricha paradoxa dengan rayap Mastotermes darwiniensis
4.    Kupu-kupu dengan bunga
Dalam hubungan kupu-kupu dan bunga, kupu-kupu membantu bunga dalam penyerbukan sedangkan kupu-kupu dapat menghisap madu dari bunga. Jadi keduanya sama-sama diuntungkan.
5.    Ular sawah dengan petani
Ular sawah dapat membantu petani mengurangi tikus dengan cara memangsa tikus-tikus tersebut yang merusak dan makan padi.
6.    Bakteri Rhizobium dengan akar tanaman polong
Bakteri Rhizobium mendapatkan habitat habitat hidupnya pada akar tanaman polongan, sedangkan tanaman polonganmendapat keuntungan berupa nitrogen yang didapat dari bakteri Rhizobium. Tanpa bakteri tersebut, polongan tidak dapat mengambil nitrogen dari udara bebas.
7.    Burung jalak dan kerbau
Burung jalak yang hinggap di punggung kerbau memakan kutu-kutu kerbau, sedangkan kerbau merasa nyaman karena kutu-kutu di tubuhnya berkurang.
8.    Kepiting boxing, hermit, dan jenis-jenis kepiting lainnya dengan spesies anemones laut bersengat.
(anemones adalah invertebrata laut yang hidup menempel di karang). Hubungan tersebut terjadi dengan cara sebagai berikut: Kepiting boxing bergantung dan memegang erat anemones dengan tujuan untuk melindungi dirinya dari predator yang mengancam.  Sedangkan beberapa kepiting hermit memanggul anemones dan menempelkan anemones ke cangkangnya dengan tujuan menghalangi musuh-musuhnya. Hubungan ini berjalan dua arah  yaitu anemones dapat memperoleh banyak makanan karena berpindah-pindah  dari tempat satu ketempat lainnya.
9.    Ikan berbintik dengan udang bercangkang.
Keduanya menjalani hidup bersama dan saling mengisi. Mereka menempati lubang bersama,  lubang digali oleh udang dan  ikan dilindungi oleh ikannya. Udang yang relatif tidak bisa melihat ini mempercayakan penglihatan tajam sang ikan sebagai penjaganya dan memberi tanda padanya saat aman untuk bergerak. Ikan-ikan ini sebaliknya mengharapkan lubang yang digali oleh udang ini untuk dijadikan tempat berlindung dan istirahat yang nyaman.
10.  Lumut kerak atau lichen dengan mikroorganisme fotosintetik.
Jamur pada lichen biasanya adalah jamur Ascomycota dan Basidiomycota. Sedangkan organisme fotosintetik biasanya adalah Cyanobacteria atau ganggang hijau biru. Jamur memperoleh hasil fotosintesis dari mikroorganisme fotosintetik, dan mikroorganisme fotosintetik mendapatkan bahan nutrien untuk fotosintetik dari jamur.
Simbiosis Komensalisme
1.    Anggrek dengan Pohon
Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.  Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
2.    Ikan badut dengan anemon laut.
Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.
3.    keladi tikus dengan semut angrang
4.    pohon mangga dengan tumbuhan merambat
5.    pohon angsana dengan tumbuhan paku
6.    Udang dengan pasangannya.
Udang adalah merupakan organisme yang mengambil keuntungan dari yang pasangannya pada hubungan simbiotik, meski bukan parasit, tidak ada untungnya ditunggangi udang di punggungnya. Pembonceng-pembonceng ini dapat ditemui di atas makhluk-makhluk yang lebih besar dan bergerak lebih cepat termasuk nudibranchs dan ketimun laut (sea cucumber). Mereka menggantung dan memunguti sisa-sisa makanan ketika tunggangan mereka bergerak di dalam laut.
7.    The Goby dan bulu babi
Ada beberapa jenis Goby, seperti memancarkan Astropyga, yang hidup di antara duri bulu babi beracun. Mereka mendapatkan perlindungan dari tuan rumah mereka sementara tuan rumah mereka tidak diuntungkan atau dirugikan oleh hubungan.
8.    Ikan Ramora dan Ikan Hiu
Dalam hubungan ikan remora dan ikan hiu, ikan remora bisa berada di sekitar ikan hiu agar terhindar  dari bahaya musuh dan bias mendapatkan makanan sisa ikan hiu tanpa mengganggu ikan hiu.
9.    Tumbuhan paku dan pohon jati
Tumbuhan paku menempel pada pohon jati namun tidak menyerap makanan dari inangnya karena tumbuhan paku dapat membuat makanan sendiri.
10. Sirih dengan pohon
Pohon sirih sama dengan pohon anggrek dan pakis pohon sirih ahnya menumpang tempat tinggal di pohon / Inangnya . sementara pohon yang di tumpangi tidak berpengaruh apa-apa.
Simbiosis Parasitisme
1.    Tanaman benalu dengan inangnya
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan
2.    Tali putri dengan inangnya
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
3.    Cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia
Cacing tambang termasuk jenis cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat menular melalui kulit kaki yang terinfeksi larva cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus halus.
4.    bunga raflesia dengan inangnya
Bunga raflesia mengisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga raflesia dapat tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati.
5.    Cacing Pita yang h idup di dalam usus manusia
Cacing pita memiliki kait pada tubuhnya untuk melekatkan dirinya pada dinding usus manusia. Disebut cacing pita karena bentuknya panjang pipih mitip pita dan berkepala kecil. Biasanya cacing pita menyerang orang yang suka mengkonsumsi makanan yang berasal dari daging, terutama daging sapi dan daging babi yang dimasak tidak sampai matang.
6.    Lalat pada sapi
Lalat menempel, mengganggu, dan menggigit (menghisap darah sapi) sehingga sapi merasa gatal (dirugikan) darahnya berkurang.
7.    Jamur dan tubuh manusia
Jamur seperti jamur panu hidupnya menempel pada kulit manusia. Jamur diuntungkan karena mendapat makanan dari tubuh manusia. Manusia dirugikan karena selain merasakan gatal, manusia juga kehilangan zat makanan yang diambil oleh jamur. 
8.    Ikan Pearl dan Sea Cucumber.
Pearl ikan hidup di kloaka Sea Cucumber yang mereka masuk melalui anus. Ikan Pearl kemudian menerobos membran pernapasan dan menempatkan rumahnya.Pearl pakan ikan pada jaringan Ketimun Laut pernapasan dan gonad. Mereka juga meninggalkan sarang mereka di malam hari untuk makan. Ketika ikan Pearl meninggalkan Sea Cucumbers untuk mencari makan, mereka mengikuti aroma kimia yang membuat mereka kembali ke anus Sea Cucumbers itu.
9.    ikan mutiara, dan teripang. Ikan mutiara adalah jenis mesoparasite.
Mendeteksi bahan kimia yang dilepaskan oleh teripang dan memasuki teripang ketika berpartisipasi dalam pertukaran gas dan napas di dalam air. Teripang berupaya untuk mengeluarkan ikan mutiara dengan cara mengeluarkan sebagian besar dari saluran pencernaan melalui anus mereka. Hal ini dapat merugikan untuk teripang.
10.  fish doctor dan ikan.
Fish Doctor, jenis Crustacea Isopod, akan melampirkan dirinya di bawah sirip, sisik, atau insang ikan. Kemudian menghisap darah ikan tuan rumah sampai mati.